Selasa, Februari 24, 2026

It's all written

 you may call me a shaman 😂


Lucu banged. Udah lama ga blogging, Terus kangen, akhirnya flashback tulisan random jadul. Ternyata banyak tulisan kayak prosa yamg jadi pengingat buat diri sendiri. I was this and that. Ada juga tulisan ngawang ngawang yang comes true. Ada juga tulisan review produk yang ngakak banget. Whuuuh.. I mised that moment.

Let me tell you, which one is my written came true.

1. If you marry first daughter

2. Vidi aldiano dan sheilla dara.. Get well soon my beloved ❤️

3. Kanai ati

4. Menggenggam bara api

Etc.

I was so surprised, you know!

Manifest is real!

Terus serasa diingatkan banget sama diri di mass Lalu. Merasa diri ini lagi lawak lawaknya dalam kehidupan, menemukan my old pure soul yang sok dewasa tapi memang heal my current soul. Halo apit di masa lalu, terimakasih untuk doamu! Aku jadi teringat untuk mendoakanku di mass depan 😇

Dulu optimis tapi galaw, sekarang super sibuk ga semper galau, tapi jadi lupa bermimpi. Malah kalau lelah, Jadi memanjangkn angan. Ayo my current soul, let's be optimistic about our dream again. Don't let your broken heart turn you down. So, in the future, you don't even have a chance to regret our ikhtiar. 

Life may always on your side, but it is giving you best sides. 

💕


Kamis, Januari 23, 2020

realistis

Banyak tulisan saya yang berasal dari khayalan yang terbanjiri emosi dan rasa. Tapi setelah masuk ke "dunia nyata", saya agak takut buat membanjiri tangki emosi dan rasa. Masalahnya saya belum punya kontrol diri yang kuat memisahkan antara 'dunia nyata' dan 'dunia rasa' ketika terjadi banjir emosi itu.
Law attraction is real
Beberapa kisah yang memang tadinya "khayalan" saya semata, ternyata terjadi di dunia nyata. Entah saya terlalu baper saat penulisannya atau bagaimana. Yang pasti menulis prosa "full" rasa kayaknya akan saya kurangi, atau malah saya hentikan sama sekali. 

Saat menulis, sekarang saya akan lebih sedikit realistis. Mungkin tulisan-tulisan seperti pemikiran, review, cerita pengalaman, akan saya galakan lagi. Tapi entah kapan. Haha. Wacana saja dulu. Buka blogspot dari hp sungguh tidak nyaman. Buka laptop sungguh tidak sempat.
*sok sibuk

Yang pasti saya ingin mengasah lagi kemampuan narasi saya, yang ternyata sudah berkurang banyak selama 2-3 tahun terakhir, terutama narasi ilmiah :(. Semangat buat saya! Semoga istikomah dalam menebar kebaikan. Dan perjuangan menjadi wanita yang tidak panjang angan bukan hanya wacana belaka.

Fitria is back

Jumat, Agustus 09, 2019

aku mencintaimu

Cinta adalah kata benda. Mencintai adalah kata kerja. Mencintai adalah sebuah pekerjaan memberi cinta. Jika mencintai, maka seharusnya memberi, kan? 
8 Dzulhijah 1440 H

Rabu, Juli 24, 2019

JODOH

WOW!

Sebetulnya masih ajaib aja, sekarang (sudah tiga bulan lebih) udah jadi istri orang, bukan hanya jadi anak orang.

Sudah beberapa waktu (sampai beberapa saat sebelum ijab qobul), saya masih meragukan teori tentang cinta, apapun itu. Padahal uwe termasuk pemuja rasa loh ya. Hehehe. Tapi sejauh dan sebanyak yang saya tulis, mereka hanya berupa teori belaka. Masih ragu, apakah rasa itu benar-benar ada?

Kamis, November 22, 2018

Berdua Denganmu

Awalnya aku pikir "It's like nothing and no problem because we are just liked family". Tapi ya, segimana deket atau seperti keluarga apapun kita sama seorang lawan jenis, kalau tidak ada hubungan muhrim, itu tetap tidak diperbolehkan oleh syariat.

Punya beberapa teman dekat laki-laki juga, tidak sepenuhnya sehat. Meski mereka tidak sedekat dengan teman-teman perempuan, sebetulnya saya risih kalau akhirnya ada kondisi kita harus jadi melakukan aktivitas berdua saja, apalagi dalam ruangan. Di luar ruangan juga sebetulnya. Tapi karena berteman sudah amat sangat lama, jadi kadang risih itu diabaikan atau terlupakan.

Kenapa risih? Soalnya Allah larang. Sebiasa apapun perasaan kita, kalau Allah larang pasti ada potensi mudharatnya. Harusnya saya bisa jaga diri, even seyakin apapun kita pada orang itu. Bukan dari dari kriminalitas sih, orangnya bisa aja baiiiik banget, tapi risih karena kita udah tau ilmunya, risih dari gak sukanya Allah terhadap perbuatan yang udah jelas Allah larang tapi tetep kita lakukan. Astagfirullah. Lindungi dan bimbing kami terus ya Allah :(

Ada larangan Allah yang bukan hanya karena ada efek mudharatnya langsung, tapi bisa berpotensi ke arah kemudharatan. Jadi sebetulnya larangan Allah juga buat menjaga kita. Jadi, seharusnya kita ga sombong dengan berfikir "Ah, udah kayak sodara banget lah, gak akan aneh-aneh", "Dia baik kok, insya Allah ga macem-macem", dsj. Astagfirullah, nau'dzubillah. Allah itu yang menciptakan manusia dan paling tau manusia. Jadi aturan Allah pasti paling bener buat manusia. Masya Allah.

So, masih mau sombong dengan menentang perintah Allah? Nau'dzubillah.
Bismillah.. saya akan segera merubah mindset dan perilaku ya Allah. Mohon petunjuk dan bimbinganMu o:)

#selfreminder #selfmotivation #bismillah

Jumat, Oktober 12, 2018

When you adroe someone..

Huh...
After somemoment, i thougt i’ll let this rough mind and feelings. But, i relize i’cat let it go.

Catarsist alert!

Jumat, Agustus 10, 2018

cuma 2 aja ini teh?

Sumpah. Maafin diriku yang buffer akibat lemot jaringan jadi ga update berita terbaru. Masya Allah pagi ini saya dikagetkan oleh keputusan PS buat menjadikan SSU sebagai wakilnya. OMG, kenapa nih? Kenapa? Kan SSU masih menjabat? Kaya gak ada yang lain aja. Kan sebelumnya mau sama A nih, kalau ga mau ya B. Tapi kok jauh jauh ke S?

Jadi baper dan buffer ini begitu relate. Dari kemarin udah degdegan, duh siapa nih? Siapa? Siapa? Nama A, B, C yang muncul itu bagus banget, bagus asli. Cuma belum yakin, bisa ga nih? Padahal kalau Allah berkehendak mah, kun fayakun. Tapi nama namanya kok gak menjual gitu. Bukan masalah menjual atau tidak sebetulnya, tapi ikhlas dan siap berusaha buat bangsa. Ulama mah ga usah ditanya atuh pengorbanannya.

Nah kemarin siang apa sore gitu, muncul nama SSU. Leh uga, i sightly mind. Etapi dia udah 'punya' orang (jakarta). Yawdah, sekip. Tapi makin naik nih. Eh, loh? Loh? Kok makin fixed ini. Dan ternyata ditinggal bobo, ebener, FIXED. Kecewa. Ko ga ngikutin SARAN ULAMA sih, sampai kemarin kemarin rela berpikir dan bermusyawarah melalui ijma ulama yang datang dari seluruh penjuru negri, mengorbankan waktu, pemikiran, dan harta untuk umat. Ko gitu sih.

Tapi memang dari semua nama nama yang naik, doi yang secara pribadi kusuqa dan akan mudah disukai.

Em.. Ibarat gini, kamu ada calon suami nih (elah ibaratnya), udah taaruf, udah proses insya Allah nih, kayaknya bakal sama doi jadinya. Udah diperhitungkan kalau sama doi nanti rumah tangganya insya Allah begini begini. Etaunya, tiba tiba ada yang khitbah melalui orangtua dan diterima sama AYAH. Ya sudah lah. Dadah calon lama. Setelah di liat, di kenali, eh rupanya dia ganteng uga, sholeh uga, tajir uga, baik uga. Ya udah deh, bismillah.

Terlihat seperti pemaksaan, tapi ya kan AYAH memang punya hak untuk menikahkan PUTRInya dengan siapa yang dia anggap baik.

Begitu juga bapak PS ini, orang dia yang nyapres. Ya balik lagi ke dia sih. Ijma ulama kan hakekatnya SARAN. Cuma memang ada yang percaya, insya Allah dipilihkan ulama, gak akan menyesatkan. Kalau misal mau keukeuh sama ijma ulama, ya UTAMA nya ijma tersebut juga menghasilkan nama calon yang BERSEDIA DICALONKAN dan BERSEDIA NURUT 100% sama hasil ijma tersebut.

Sakralnya ijma ini mungkin kaya masukan orangtua. Misalnya, kalau dipilihin jodoh sama orangtua, insya Allah dipilihin yang terbaik menurut mereka. Tapi kan anak ada yang ng-geh, legowo aja, atau malah kekeuh sama pilihannya. Nah orangtua juga nih, apa mau keukeuh atau iklas dan merestui anaknya. Mungkin orangtua juga akan lihat, gimana nih calon pilihan anaknya. Kalau oke juga, ya kenapa harus menentang, meski kecewa pilihannya tidak bisa dilaksanakan.

DAN HARUS DIINGAT, PASLON INI BELUM SAH YA TERPILIH jadi PRESIDEN DAN WAPRES. Kalau dalam pernikahan BELUM SAH NIKAH. Tetap jodoh dan takdir di tangan Allah. Kita berusaha aja yang versi terbaik.

Sebetulnya ini kaya akan hikmah sih. Kita bisa lihat, atau setidaknya punya gambaran, segimana PS tsiqohnya sama ulama, segimana pentingnya anak anak muda ngerti agama secara utuh, ngerti politik secara komprehensif dan punya wawasan kebangsaan yang utuh, biar nanti di masa depan kaga susah nyari calon. Calon pemimpin maksudnya (pemimpin rumah tangga? Wkwk). Terus hikmah lainnya, buat diri pribadi, qadarullah itu bisa saja diluar rencana kita. Masya Allah, sesek banget ini pagi, syahdu di tengah hiruk pikuk. Allah punya banyak rencana dan keputusan yang mungkin belum bisa kita pahami, padahal itu pasti yang terbaik dari Allah buat kita.

Bismillah.. Ayo kita berdoa yang keras dan khusyuk di jumat pagi ini. Supaya Allah senantiasa menjaga negeri ini. Pasti apapun hasilnya nanti, itu yang terbaik buat kita dari Allah.

betewe, cuma 2 paslon aja ini teh?

Next post tentang probabilitas aku memilih JW.


Senin, Juli 30, 2018

sampai jumpa

Halo kamu, doaku di masalalu
terimakasih membuatku kembali pada romansa yang pernah ada
getar dan hangatnya masih sama
yang ternyata selalu aku rindukan

Tuhan mendatangkan kembali sekelebat bayangmu
mungkin itu caraNya untuk membuatku kembali
mengais rindu yang teramat sangat
bukan pada yang selama ini kukira
ternyata ini adalah rindu padaNya

Halo doaku saat ini
sampai jumpa dimasa depan

Jumat, Mei 18, 2018

Ujung Tanduk

Sepertinya mencintai kamu adalah salah satu jalan Tuhan menunjukan kekuasaanNya
Dia memperlihatkan apapun dapat terjadi di dunia ini
Kamu yang menjadi miliku, sejatinya bukanlah milikku
Kamu tetap milik Tuhan, Sang Penguasa dunia serta isinya
Dia bisa kapan saja mengambilmu lagi, kapanpun dan dimanapun, dengan cara apapun
Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu

Dan dengan mencintai kamu
Membuat aku menyadari
Bahkan jiwaku ini pun bukan milikku
Hatiku ini bukan milikku
Mereka tidak seharusnya melupakan pemiliknya

Terimakasih
Mencintai kamu membuatku mengambang
Melindungiku dari melambung karena cinta dan dari tenggelam oleh realita

Kamis, Mei 17, 2018

Bumi itu Bulat

Halo kelana
Sudah seberapa jauh kamu meninggalkan kenangan kita
Aku harap sejauh apapun kamu pergi, kamu tetap kehilangan separuh jiwa yang kautanam disini

Kadang aku ingin mengikutimu mengejar senja
Tapi ketahuan ku tentang senja yang tidak pernah lama berlabuh pada satu horison, akhirnya membuatku menghentikan langkah
Dirimu dan senja pasti akan kembali ke horisonku pada suatu masa

Kamis, Desember 28, 2017

riba, bulu mata, dan tabaruj

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, banyak sekali momentum atau tumbukan antara keinginan dan harapan, idealisme dan realita. Cuma, bedanya tiap orang, ada yang menganggap itu masalah besar, dan ada yang membiarkan berlalu begitu saja, serta ada juga yang mengambil keputusan.

Quarter life crisis? Part of?
Gak tau juga sih. Setelah Jonghyun Shinee kemarin bunuh diri, i'm think pretty more about quarter life crisis. Belum nikah, tidak bekerja, tidak lanjut s2, dan ini itu. Apakah ini quarter life crisis? Atau apa? Banyak artikel ilmiah dan populis juga bikin artikel tentang ini. But it isn't fulling pot. Crisis tiap waktu kehidupan pasti ada, tinggal cara kita melibatkan Allah saja, yang membedakan. Allah bukan sih prioritas kita?

Rindu Receh
Too cheap if i desire for some materials. Buat apa? Harus selalu disegarkan. Dengan teman receh maupun dinar. Yang penting mengisi tabungan kita kan, biar cukup buat ketemu Allah tanpa hijab. Apa atuh. Da makhhluk akhir jaman mah mau ngapain lagi. Kalau mengejar dunia, memang perlu belajar, apalagi buat akhirat.

~i'm on my way to you
resolusi receh menuju dinar: in a time ingin sekali nulis melibatkan kultus atau teori yang sudah aku pelajari.

maunya apa?

Kalau bertanya, maunya saya apa, banyak. Gak akan mungkin cukup satu hari buat mikirin dan nulisin itu semua? Apa yang benar-benar diinginkan oleh saya? Hem.. Saya jadi pengen beropini.

Sebenarnya kenapa kita harus menuruti keinginan kita? Buat apa? Biar bahagia? Sayangnya bahagia itu 'sederhana'. Dia tidak usah datang bersama 'keinginan kita yang mewah', em, atau mungkin lebih simpelnya, kebahagiaan tidak selalu datang bersama keinginan kita yang terwujud.
Bukankah sering sekali kebahagiaan datang bersama rasa syukur. Kita bersyukur apa yang sudah kita lakukan ternyata bermanfaat dan membawa kebahagiaan yang lebih luas daripada kebahagiaan diri kita sendiri. Rasanya... Gimana, ya? Terlalu sempit jika kita menilai kebahagiaan itu harus dicapai dengan keinginan yang terwujud, meski seringnya begitu.

Kalau sudah se-usia ini, rasanya saya udah bukan masanya berpikir, 'what's i really wanted to?'. Kalau berpikir, 'what should i do?', atau 'what must i do?'.

~tulisan lama, gak tau kapan, baru berani di post

Senin, September 25, 2017

Seandainya

Sesekali saya membayangkan, how my life if i'm not my current self. Mudah sekali membayangkan, bahwa kita akan memiliki kehidupan yang pasti akan berbeda dengan kehidupan kita saat ini jika kita bukan menjadi diri kita saat ini.

life won't be bored
life would be more peacefull
life could be fun

Mudah sekali membayangkan hal menyenangkan saat kita bukan menjadi diri kita. Tapi, bagaimana kesedihan, kesulitan, kebosanan saat kita menjalani kehidupan yang bukan kehidupan kita saat ini? Setiap orang, Tuhan berikan kasih sayang yang sama, karena Tuhan Maha Pengasih. Beban kehidupan pun bisa saja sebetulnya punya skala yang sama, hanya bebeda norma, variabel dan dimensi. Jadi saat menyadari ini, malu sekali sudah iri dengan kehidupan orang lain.

I could be my different self, if i choose to. But actually, i'm staying.
Karena susah memilih berbeda, atau karena nyaman terus begini?

Hidup dengan banyak pemikiran itu melelahkan, tapi membanggakan dirimu dimasa depan. I remeber how amazed i am, realize something i could do in the past and i'm not sure sure i have that kind of courage to do that in the present. Somewhere it charges me to do better or at least same value with my past.

Semangat sekarang untuk menyemangati masa depan kehidupanmu!!!!

Kamis, Juli 20, 2017

call you mine

"Do, i'm wondering since long time ago...", Tiara mengajukan sebuah pertanyaan pada Aldo.

"Emm.. Apa?", Aldo menghentikan suapannya sesaat.

"Are you... still into Dara?", Tiara merasa jantungnya berdebar kencang saat mengajukan pertanyaan ini pada Aldo.

"Kenapa bisa berpikir gitu?", Aldo malah balik bertanya.
Ami yang sedang bersama mereka juga mengamati dengan hati-hati.

Tiara berani juga.., gumam Ami.

"Ya wondering aja..", jawab Tiara asal cepat.

"Emm...", Aldo seperti berpikir.

Tiara merasakan jantungnya semakin berdebar kencang.
Bego! Harusnya aku gak nanya gitu! Gimana kalau iya? Gimana kalau dia tau?  Atau gimana kalau enggak tapi dia udah ada orang lain dan dia jadi berpikir yang enggak enggak dan ilfil atau canggung sama aku nantinya? Aaaahrg.., Tiara menggerutuk dalam hatinya sendiri.

"Kalau gak mau jawab juga gak apa-apa, cuma kepo aja", sahut Tiara cepat. Seperti ada pisau yang menghujam jantungnya saat ini.
Sudah terlambat semua. Semua sudah habis, sepertinya. Tiara sudah menyerah dan menyesali pertanyaannya barusan sepenuh hati.

"Oh ya udah", Aldo melanjutkan makannya dengan senyum misterius.

"Kenapa sih, Ra, kepo tentang itu?", komentar Ami akhirnya. Ami agak sedikit merasa bersalah juga pada Tiara.

"Nope. Cuma kepo aja. Apa mungkin cowok bisa se-setia itu sama perasaannya.. I wonder, if it could be..", Tiara lega setengah mati karena akhirnya bisa menemukan alasan.

"Mungkin aja", jawab Aldo singkat.

Tiara kaget setengah mati dengan jawaban Aldo. Ami agak geli mendengar jawaban Aldo.

"It's heard that you are doubting all about guy's feeling. That's why you are always single", jawab Aldo dengan nada agak sinis.

"Aldo! Jahad!", Ami melotot.
Tiara juga melotot, kaget. Kali ini pisau yang tadi menghujam jantung Tiara seperti sudah mencabik cabik jantung Tiara hingga potongan kecil. Hancur.

"Aldo, yang kamu lakukan ke aku itu, jahat!", Tiara menirukan salah satu dialog film yang terkenal.

"Puk, puk, sabar ya, Ra..", Ami menepuk nepuk bahu Tiara sambil memberikan ekspresi kesal pada Aldo. Aldo hanya tersenyum geli sambil terus melanjutkan memakan hidangannya.
Tiara juga memberikan manyunnya pada Aldo, kesal, malu, sebal, semua campur aduk.

Aldo masih tetap tertawa kecil.
"I just wonder..", Tiara merajuk.

"Kamu harus bisa menilai orang secara objektif, Ra. Katanya calon psikolog. Jangan menilai seseorang dari gendernya. Aku ga suka feminist, apalagi yang dibutakan oleh stereotipe. Kamu feminist, ya? Aku baru tau", komentar Aldo.

"Udah, ah! Sebel!", Tiara makin kesal. Kesal pada Aldo dan pada dirinya sendiri.

"Ya udah", balas Aldo jutek sambil menyunggingkan senyum geli yang terlihat menyebalkan di mata Tiara.

Ami cuma geleng-geleng kepala. Ia seperti bisa membaca pikiran kedua orang di hadapannya ini.

"Aku ke toilet dulu", Tiara akhirnya pergi dari meja.
Ami segera memanfaatkan kesempatan ini.

"Kamu jahat banget sama Tiara", omel Ami pada Aldo.

"Itu jahat ya?", Aldo malah tak acuh.

"Kamu pinter. Bisa ngebaca kali kode sama gesture Tiara kali", Tyas memberi petunjuk Aldo.

"Iya kebaca", jawab Aldo.

"Terus kenapa jahat gitu jawabnya?", omel Ami.

"Segitu jahat ya?", Aldo malah balik bertanya.

"Au ah. Serah kalian aja", Ami menyerah.

Aldo mulai agak serius.
"Sayang aja rasanya, liat cewek baik, cantik, pinter, kaya, taat agama, tapi pemikirannya menjurus hampir jahat", Aldo akhirnya buka pendapatnya.

"Maksudnya?", tanya Ami, ingin memastikan.

Tiara sudah mulai datang terlihat dari jauh ia sudah mulai mendekati meja lagi. Ami agak canggung mulai mengalihkan perhatiannya dengan memakan lagi hidangannya.

Setelah duduk Aldo langsung serius kepada Tiara.
"Ra, you almost perfect, you know? Even nobody perfect, we should try to be better all the time, shouldn't us?", Aldo memberikan pendapatnya.

"Em.. So?", Tiara masih kesal, tapi agak senang juga disebut almost perfect.

"We should be better, so does our thougt and our heart..", Aldo mulai beropini. Tiara sudah merasakan, apa yang menjadi masalahnya.

"Kita mah sama temen, saling mengingatkan aja", tegas Aldo, sambil menyandarkan punggungnya ke kursi, bergaya santai.

"Araso! Kamsahamida Oppa..", Tiara bergaya imut pada Aldo. Hatinya sedikit bahagia dan tenang. Tapi masih ada sedikit malu juga.

Ami yang melihat itu semua, tersenyum tenang, senyum seorang ibu.

"Jijik", Aldo yang tak suka gaya korea langsung memalingkan tubuhnya.
Ami dan Tiara tertawa bersamaan.

"Uuu... Ne oppa-eun jjajeung-eul neukkinda", goda Ami.
"Oppa ya...", Tiara malah tambah menggoda.
"STOP! Saya balik nih!", Aldo kesal bukan kepalang.
Ami dan Tiara makin geli. Tertawa.

"Hey, Ra. Saya kasih saran tambahan, kamu kalau mau segera punya pacar atau nikah jangan nonton korea terus. Nanti kamu makin banyak berkhayal, standar kamu ga akan nyampe nyampe ke cowok cowok yang ada di dunia nyata", omel Aldo.

"Siap! 86!", seru Tiara.

"Ah, jangan di dengar. Aku juga suka nonton korea akhirnya nikah juga", timpah Ami.

"Aku harus mendengarkan pengalaman suhu yang berpengalaman, dan tidak seharusnya mendengarkan jomblo long time acievement", Tiara membungkukan badan ala korea kepada Ami. Ami tertawa bangga. Aldo juga tersenyum sedikit geli.

Let me breath for a while, Ra. I'm on m myway to you. I'm burrying my past with your smile. Wait a little more, please.

Terinspirasi lagunya jefd benetah.

Rabu, Juli 12, 2017

cerita hari ini

kemana lagi aku harus bersembunyi?
kebenaran di muka bumi perlahan pergi
saat ini mudah sekali bagi kamu yang tak punya hati untuk tetap berdiri
bagiku sendiri, merasa memegang kebenaran seperti menggenggam bara api

akankah aku tetap disini?
sementara jejak kaki sudah bertebaran, mencari muaranya sendiri
seolah warna sudah tak berharga lagi
aku yang seperti pekat dimata si putih, aku yang memang jengah dengan kegelapan
seperti tersesat mencari jati diri, padahal sungguh hatipun dan yang diingini

nafas terus berlari, hingga ia tak mampu lagi
sementara lelah mulai menghampiri
akankah aku terus seperti ini
tersembunyi dalam tempurung tinta seorang diri
berakhir tanpa bisa untuk kembali

na'udzubillah

Jumat, Juni 23, 2017

tentang kamu, si rasa itu

aku pernah membersamai sebuah masa dimana kamu adalah peran utama
membuat cita atas nama cinta
merangkai mimpi dalam kata, dan membalutnya dalam indah romansa

aku pikir semua sama, tentang kamu, hai rasa
seperti debaran yang sama, dan sesak yang tak berbeda
pada dia yang mungkin berbeda, tapi kupikir tetap kaulah muaranya

halo, rasa
lama tak jumpa


Jumat, Mei 12, 2017

patah hati

Kamu tau, kanai ati itu sakik?

Saya udah lama jatuh cinta sama pemikiran asma nadia dan tasaro dari sejak muda, amat sangat muda. Tapi, benar, manusia bisa berubah, karena waktu dan keadaan yang berubah. Tapi bisa juga yang kita harapkan berubah, malah makin bebal.
Life isn't always follow our prediction.
Harusnya, sejak menyadari bahwa cinta itu telah jatuh, sengaja dan tanpa sengaja, kita sudah mengasuransikan hati kita untuk terjatuh juga dari harapan.

Asma nadia sudah lebih dulu mencederai kecintaan saya dengan meng-film dan sinteron-kan tulisan tulisannya. I was broken heart.
Tasaro, kesukaan saya yang paling suka, paling cinta dengan ide dan idealisme, seperti kesegaran oase di padang sahara, kini menemukan titik keringnya. Aku bertahan, berharap untuk mengecap kesegaran yang sama, yang membawaku pada hidayah. Tapi waktu berubah ya mas, i'm on my own path, you're on your way whiches i don't get where it moving. But literaly i'm torn into pieces.

Let's not married based on love for human, but human being. Let's fallen not for the world, but for The Creator of the world.


Minggu, Mei 07, 2017

si air ajaib! - Garnier All in One Micellar Cleansing Water Review

Sumpaaah ini air ajaib banget!
Kenapa?

Saya beli produk ini sebetulnya ga sengaja, karena baru gajian, mampir di ind*m*rt beli promo minyak, liat garnier juga lagi promo beli garnier gratis kapas (wanita kalap promo 😅, engga deng kapas di rumah abis soalnya *alasan). Pengen beli aja.