Tampilkan postingan dengan label senja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label senja. Tampilkan semua postingan

Senin, Oktober 17, 2016

Merah Saga

Aku masih beruntung
Hanya senja yang berwarna merah saga
Malam kelam tapi masih berteman bintang

Aku memang terkejut saat biru langit mulai memudar dan mega mulai berubah
Aku memang sakit saat mentari harus pergi sejenak memberikan siang pada belahan bumi lain
Aku masih beruntung, purnama masih mau singgah pada masanya
Aku bersyukur, kala hujan maupun cerah, langit malam masih sedingin yang sama

Ah, maafkan aku
Nafasku yang berat dan desahan yang terdengar muram
Aku hanya ingin melepas sedih saja

Rabu, Agustus 19, 2015

Rindu

Sore. Aku sempatkan diri menatap gedung perpustakaan. Ada sedikit harap tersimpan tentang pertemuan tanpa sengaja dengan Farhan di gedung itu, seperti tanpa sengaja aku bertemu dengan teman-teman lain di gedung perpustakaan. Ya, semua temanku, kecuali Farhan. Mereka Farhan juga sering mengunjungi gedung perpustakaan, karena mereka sering bertemu dengannya juga di gedung perpustakaan. Tapi entah kenapa, sesering apapun aku mengunjungi gedung perpustakaan itu, aku tidak pernah melihatnya meski seujung kuku.  

Rabu, Juni 24, 2015

Sedikit Berbagi dan Mencoba Memahami Religiusitas, Penalaran Moral, dan Perilaku Mencontek

sumber : http://www.fimadani.com/doa-agar-dilancarkan-urusan-dan-ucapan-doa-nabi-musa/
 
 
Nyusun skripsi tentang penalaran moral, religiusitas, dan perilaku mencontek emang bikin wawawiwaw. Berkali-kali, sama dosen yang bersangkutan, saya ditanya, emang nyambung ya konsep-konsep dari variabel yang saya usung. Salah seorang dosen sampe putus asa dan angkat tangan soal kerangka berpikir saya, saya masih belum mengerti sepenuhnya kenapa beliau sampe garuk-garuk dan mijit kepala sendiri pas baca proposal penelitian saya.

Kamis, Desember 25, 2014

Catatan Lain dari Hati Seorang Istri

Dia telah berlalu dan berganti semu
Di padang rerumputan ini, kami pernah bersama
Ilalang, dandelion, jepetan kuku, putri malu
Aku seakan layu dimakan waktu dalam ingatanmu
Padahal kita pernah menikmati percikan senja ini bersama angin-angin yang menggesekan  daun-daun kenangan
Bahkan saat langit semakin temaram, engkau seperti hilang bersama cahaya
Saat ku temukan lagi dirimu, kau telah bersanding dengan bintang-bintang jelita
Aku tahu, saat pagi datang lagi, kau akan hadir dalam bentuk lain
Yang mungkin akan terasa lebih menghangatkan setelah ku tempuh dinginnya malam


"Satu-satunya yang tak akan memisahkan kita adalah puisi
Bahkan saat kau pergi aku tetap bertahan di larik yang kau cabik
Puisi adalah caraku membingkaimu dalam sunyi" (Helvy Tiana Rosa)

Minggu, Desember 07, 2014

Desember

Desember, sewindu lalu
Aku menggores penaku pada lembaran lembaran buku harian
Ada apa disana?
Aku tak berteman, tak benar-benar berteman
Aku hanya bercerita pada tiap lembar serat kayu mati yang menjadi hidup dengan kisahku
Tiap huruf merangkai untaian makna, menyisakan ingatan tentang bahagia dan kesedihan
Hai langit Desember,
ingatkah kau ketika kau menjadi tanda dimana aku menghitung waktu, menjelang waktu-waktu istimewa
Ingatkah ketika kau ku campakan setelah ku arungi lagi kisah lain yang lebih menarik di bulan-bulan Georgian lainnya? Mungkin, jika kau memperhatikanku, kau akan merasa sebal
Aku hanya ingin menyapa lagi, ketika ku ingat, ternyata bukan hanya mereka, yang jejaknya telah terhapus hujan di waktumu, yang menjadikanmu istimewa
Hai Desember, apa kabar?

Senin, Juni 04, 2012

aku suka ini

Saat sebja, di stqsiun, menunggu mas sinis menjemput. Biar sinis, tetap ku tunggu, karenaku...

Nyaah..

Sayang..

Sudah beli tiket kereta..


Published with Blogger-droid v2.0.4