Cinta adalah kata benda. Mencintai adalah kata kerja. Mencintai adalah sebuah pekerjaan memberi cinta. Jika mencintai, maka seharusnya memberi, kan?8 Dzulhijah 1440 H
polar bear's bumbling | cerita yang penting sampai gak penting tentang khayalan, puisi, foto, bisnis, psikologi, kehidupan . . . . | apapun |Cinta selalu jadi bagian menarik dari setiap cerita -Ibunya Stephanie Mayer
Tampilkan postingan dengan label langit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label langit. Tampilkan semua postingan
Jumat, Agustus 09, 2019
aku mencintaimu
Kamis, Desember 28, 2017
riba, bulu mata, dan tabaruj
Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, banyak sekali momentum atau tumbukan antara keinginan dan harapan, idealisme dan realita. Cuma, bedanya tiap orang, ada yang menganggap itu masalah besar, dan ada yang membiarkan berlalu begitu saja, serta ada juga yang mengambil keputusan.
Quarter life crisis? Part of?
Gak tau juga sih. Setelah Jonghyun Shinee kemarin bunuh diri, i'm think pretty more about quarter life crisis. Belum nikah, tidak bekerja, tidak lanjut s2, dan ini itu. Apakah ini quarter life crisis? Atau apa? Banyak artikel ilmiah dan populis juga bikin artikel tentang ini. But it isn't fulling pot. Crisis tiap waktu kehidupan pasti ada, tinggal cara kita melibatkan Allah saja, yang membedakan. Allah bukan sih prioritas kita?
Rindu Receh
Too cheap if i desire for some materials. Buat apa? Harus selalu disegarkan. Dengan teman receh maupun dinar. Yang penting mengisi tabungan kita kan, biar cukup buat ketemu Allah tanpa hijab. Apa atuh. Da makhhluk akhir jaman mah mau ngapain lagi. Kalau mengejar dunia, memang perlu belajar, apalagi buat akhirat.
~i'm on my way to you
resolusi receh menuju dinar: in a time ingin sekali nulis melibatkan kultus atau teori yang sudah aku pelajari.
Quarter life crisis? Part of?
Gak tau juga sih. Setelah Jonghyun Shinee kemarin bunuh diri, i'm think pretty more about quarter life crisis. Belum nikah, tidak bekerja, tidak lanjut s2, dan ini itu. Apakah ini quarter life crisis? Atau apa? Banyak artikel ilmiah dan populis juga bikin artikel tentang ini. But it isn't fulling pot. Crisis tiap waktu kehidupan pasti ada, tinggal cara kita melibatkan Allah saja, yang membedakan. Allah bukan sih prioritas kita?
Rindu Receh
Too cheap if i desire for some materials. Buat apa? Harus selalu disegarkan. Dengan teman receh maupun dinar. Yang penting mengisi tabungan kita kan, biar cukup buat ketemu Allah tanpa hijab. Apa atuh. Da makhhluk akhir jaman mah mau ngapain lagi. Kalau mengejar dunia, memang perlu belajar, apalagi buat akhirat.
~i'm on my way to you
resolusi receh menuju dinar: in a time ingin sekali nulis melibatkan kultus atau teori yang sudah aku pelajari.
maunya apa?
Kalau bertanya, maunya saya apa, banyak. Gak akan mungkin cukup satu hari buat mikirin dan nulisin itu semua? Apa yang benar-benar diinginkan oleh saya? Hem.. Saya jadi pengen beropini.
Sebenarnya kenapa kita harus menuruti keinginan kita? Buat apa? Biar bahagia? Sayangnya bahagia itu 'sederhana'. Dia tidak usah datang bersama 'keinginan kita yang mewah', em, atau mungkin lebih simpelnya, kebahagiaan tidak selalu datang bersama keinginan kita yang terwujud.
Bukankah sering sekali kebahagiaan datang bersama rasa syukur. Kita bersyukur apa yang sudah kita lakukan ternyata bermanfaat dan membawa kebahagiaan yang lebih luas daripada kebahagiaan diri kita sendiri. Rasanya... Gimana, ya? Terlalu sempit jika kita menilai kebahagiaan itu harus dicapai dengan keinginan yang terwujud, meski seringnya begitu.
Kalau sudah se-usia ini, rasanya saya udah bukan masanya berpikir, 'what's i really wanted to?'. Kalau berpikir, 'what should i do?', atau 'what must i do?'.
~tulisan lama, gak tau kapan, baru berani di post
Sebenarnya kenapa kita harus menuruti keinginan kita? Buat apa? Biar bahagia? Sayangnya bahagia itu 'sederhana'. Dia tidak usah datang bersama 'keinginan kita yang mewah', em, atau mungkin lebih simpelnya, kebahagiaan tidak selalu datang bersama keinginan kita yang terwujud.
Bukankah sering sekali kebahagiaan datang bersama rasa syukur. Kita bersyukur apa yang sudah kita lakukan ternyata bermanfaat dan membawa kebahagiaan yang lebih luas daripada kebahagiaan diri kita sendiri. Rasanya... Gimana, ya? Terlalu sempit jika kita menilai kebahagiaan itu harus dicapai dengan keinginan yang terwujud, meski seringnya begitu.
Kalau sudah se-usia ini, rasanya saya udah bukan masanya berpikir, 'what's i really wanted to?'. Kalau berpikir, 'what should i do?', atau 'what must i do?'.
~tulisan lama, gak tau kapan, baru berani di post
Senin, November 14, 2016
hening
Sering saya menulis harus ditemani musik atau lagu, karena inspirasi daya biasanya di inisiasi oleh lagu. Lagu sountrack korea, musik instrumen, musik musisi favorit biasanya gak bisa lepas kalau saya sedang membutuhkan ide atau moodbooster, dan hasilnya mungkin tulisan kita akan kurang lebih sama dengan mood musik atau lagu yang kita dengarkan.
Tapi ternyata hening juga bisa melahirkan konsistensi dan ketahanan menulis. Sejak menyelesaikan skripsi, saya sudah jarang menulis ditemani musik. Dengan ditemani musik mungkin saya bisa menulis selama 30-45 menit. Tapi saat tanpa musik saya bisa menulis 2-3 jam. Tapi headset tetap dipasang, sebagai tanda kita sedang serius dan tidak ingin diganggu ataupun menanggapi hal lain. Dan memang harus diakui, bahkan kebanyakan cerpen yang saya tulis (yang notabene melibatkan emosi) rampung tanpa musik.
Tapi, musik juga perlu untuk melahirkan inspirasi. Kalau melihat teori stimulus-respon dan hukum kekalan energi, pasti ada sebuah energi yang menjadi sumber energi, selalu ada transfer energi, dia tidak hilang tapi berubah bentuk. Sama hal nya tentang 'rasa' dari sebuah tulisan, ada 'rasa' di dalam sebuah lagu atau musik, kemudian berubah bentuk menjadi 'rasa' disebuah tulisan. Seperti kata @komikmoments (creator komik moments di line webtoon), kita harus bisa merasakan emosi dan ke-baper-an dari sebuah ide biar bisa bikin pembaca juga ikut baper. Kalau kita gak baper, gimana pembaca juga mau baper?
Saya menghayati lebih dalam lagi, ternyata keheningan bukan semata hanya keheningan. Ada suara daun yang bergesek, suara angin berhembus, kicauan burung, obrolan samar orang lain, suara decit pintu, suara deru kendaraan, suara gemuruh mesin, mereka semua terharmonisasi menjadi satu, random sound. Mungkin yang bisa mendefinisikan keheningan, hanya hati kita saja.
-senin pagi, hening yang tidak hening, pabrik berhenti sementara karena ada pemadaman PLN
Tapi ternyata hening juga bisa melahirkan konsistensi dan ketahanan menulis. Sejak menyelesaikan skripsi, saya sudah jarang menulis ditemani musik. Dengan ditemani musik mungkin saya bisa menulis selama 30-45 menit. Tapi saat tanpa musik saya bisa menulis 2-3 jam. Tapi headset tetap dipasang, sebagai tanda kita sedang serius dan tidak ingin diganggu ataupun menanggapi hal lain. Dan memang harus diakui, bahkan kebanyakan cerpen yang saya tulis (yang notabene melibatkan emosi) rampung tanpa musik.
Tapi, musik juga perlu untuk melahirkan inspirasi. Kalau melihat teori stimulus-respon dan hukum kekalan energi, pasti ada sebuah energi yang menjadi sumber energi, selalu ada transfer energi, dia tidak hilang tapi berubah bentuk. Sama hal nya tentang 'rasa' dari sebuah tulisan, ada 'rasa' di dalam sebuah lagu atau musik, kemudian berubah bentuk menjadi 'rasa' disebuah tulisan. Seperti kata @komikmoments (creator komik moments di line webtoon), kita harus bisa merasakan emosi dan ke-baper-an dari sebuah ide biar bisa bikin pembaca juga ikut baper. Kalau kita gak baper, gimana pembaca juga mau baper?
Saya menghayati lebih dalam lagi, ternyata keheningan bukan semata hanya keheningan. Ada suara daun yang bergesek, suara angin berhembus, kicauan burung, obrolan samar orang lain, suara decit pintu, suara deru kendaraan, suara gemuruh mesin, mereka semua terharmonisasi menjadi satu, random sound. Mungkin yang bisa mendefinisikan keheningan, hanya hati kita saja.
-senin pagi, hening yang tidak hening, pabrik berhenti sementara karena ada pemadaman PLN
Senin, Oktober 17, 2016
Merah Saga
Aku masih beruntung
Hanya senja yang berwarna merah saga
Malam kelam tapi masih berteman bintang
Aku memang terkejut saat biru langit mulai memudar dan mega mulai berubah
Aku memang sakit saat mentari harus pergi sejenak memberikan siang pada belahan bumi lain
Aku masih beruntung, purnama masih mau singgah pada masanya
Aku bersyukur, kala hujan maupun cerah, langit malam masih sedingin yang sama
Ah, maafkan aku
Nafasku yang berat dan desahan yang terdengar muram
Aku hanya ingin melepas sedih saja
Hanya senja yang berwarna merah saga
Malam kelam tapi masih berteman bintang
Aku memang terkejut saat biru langit mulai memudar dan mega mulai berubah
Aku memang sakit saat mentari harus pergi sejenak memberikan siang pada belahan bumi lain
Aku masih beruntung, purnama masih mau singgah pada masanya
Aku bersyukur, kala hujan maupun cerah, langit malam masih sedingin yang sama
Ah, maafkan aku
Nafasku yang berat dan desahan yang terdengar muram
Aku hanya ingin melepas sedih saja
Senin, Juni 06, 2016
kevin wu
Kevin Wu a.k.a Kevjumba adalah awal persahabatan saya dengan youtube. Sebel banget gak sih ditinggal sama orang yang tadinya bawa kamu ke sebuah tempat, andthen he was gone away. Kabur gitu aja.
Jumat, April 22, 2016
they've been changed
Perubahan.
Kadang selalu nyeblak hate kalau bicara perubahan.
Dasar saya anaknya susah move on, jadi hal kecil yang berubah juga suka bikin heeemm..
Saya baru ngeh ada pemberitahuan dari blogger bahwa blog saya nanti akan berubah alamat. Huft huft huft banget lah. Saya ingat waktu tiba-tiba friendster hilang dan berubah jadi situs game. Ga masalah besar sih, tapi hati saya menyimpan sedikit kesedihan. Saya gak bisa mengingat kealayan saya, sedih. Kenapa? Kadang hidup kita perlu dikuatkan oleh kenangan, selain harapan dari masa depan. Saya bersyukur saya termasuk generasi diary maniak. Jadi saya punya kenangan tentang kebodohan dan kepolosan yang tersimpan.
Tapi jika mereka hilang dan hancur termakan waktu?
Semoga saya termasuk orang-orang yang bisa mengambil hikmah dan mengingat semua pelajaran dan kenangan itu di hati dan pikiran saya.
Kadang selalu nyeblak hate kalau bicara perubahan.
Dasar saya anaknya susah move on, jadi hal kecil yang berubah juga suka bikin heeemm..
Saya baru ngeh ada pemberitahuan dari blogger bahwa blog saya nanti akan berubah alamat. Huft huft huft banget lah. Saya ingat waktu tiba-tiba friendster hilang dan berubah jadi situs game. Ga masalah besar sih, tapi hati saya menyimpan sedikit kesedihan. Saya gak bisa mengingat kealayan saya, sedih. Kenapa? Kadang hidup kita perlu dikuatkan oleh kenangan, selain harapan dari masa depan. Saya bersyukur saya termasuk generasi diary maniak. Jadi saya punya kenangan tentang kebodohan dan kepolosan yang tersimpan.
Tapi jika mereka hilang dan hancur termakan waktu?
Semoga saya termasuk orang-orang yang bisa mengambil hikmah dan mengingat semua pelajaran dan kenangan itu di hati dan pikiran saya.
Kamis, April 02, 2015
Sudah Lama..
Sudah lama tidak duduk tenang di tempat ini. Terakhir disini begitu ramai dan membuat saya tidak bisa berkonsentrasi.
Saya pernah sangat menyukai tempat ini, saat ruangan ini sesepi ini, sekitar 2-3 tahun lalu. Waktu itu saya sibuk memikirkan karya yang ingin saya wujudkan di PKM-Dikti. Jamaknya, pada saat itu tidak banyak mahasiswa angkatan saya yang sering nongkrong di ruang ini, mahasiswa tingkat akhir pun tidak egitu banyak. Hanya beberapa.
Saya mulai jatuh cinta.
Ah, hujan mulai turun keroyokan. Rasanya seperti ada kupu-kupu yang menari di perut saya saat ini.
Tapi jadi malah tidak konsen mengerjakan skripsi sih. jadinya ingin menulis hal lain yang menggambarkan rasa saat ini. Jadi saya katarsis dulu. :p
Kantor jurusan juga sepi. Sepertinya hari ini bukan hari yang cocok untuk teman-teman datang ke kampus. Hujan cukup deras, langit juga sangat gelap. Semoga nanti perjalanan pulang saya lancar. Aamin.
Ah, rasa. Indah sekali. Rasanya begitu bersyukur hari ini. Sampai ingin menitikan air mata haru. Semoga keindahan rasa ini tetap terjaga. Tidak hanya hari ini, tapi juga seterusnya.
Rainy-grey sky thrusday, i'm in love <3 br="">3>
Selalu merindukan hujan dan langit abu-abu milik Bandung :')
Saya pernah sangat menyukai tempat ini, saat ruangan ini sesepi ini, sekitar 2-3 tahun lalu. Waktu itu saya sibuk memikirkan karya yang ingin saya wujudkan di PKM-Dikti. Jamaknya, pada saat itu tidak banyak mahasiswa angkatan saya yang sering nongkrong di ruang ini, mahasiswa tingkat akhir pun tidak egitu banyak. Hanya beberapa.
Saya mulai jatuh cinta.
Ah, hujan mulai turun keroyokan. Rasanya seperti ada kupu-kupu yang menari di perut saya saat ini.
Tapi jadi malah tidak konsen mengerjakan skripsi sih. jadinya ingin menulis hal lain yang menggambarkan rasa saat ini. Jadi saya katarsis dulu. :p
Kantor jurusan juga sepi. Sepertinya hari ini bukan hari yang cocok untuk teman-teman datang ke kampus. Hujan cukup deras, langit juga sangat gelap. Semoga nanti perjalanan pulang saya lancar. Aamin.
Ah, rasa. Indah sekali. Rasanya begitu bersyukur hari ini. Sampai ingin menitikan air mata haru. Semoga keindahan rasa ini tetap terjaga. Tidak hanya hari ini, tapi juga seterusnya.
Rainy-grey sky thrusday, i'm in love <3 br="">3>
Selalu merindukan hujan dan langit abu-abu milik Bandung :')
Minggu, Agustus 24, 2014
ingin menulis tapi
Padahal langit begitu cerah, awan juga menggumpal jelas diantara birunya langit.
Ah, menulis. Dulu pernah berkelakar kalau menulis hanya bagian dari katarsis, tapi ternyata menulis lebih dari sekedar katarsis. Menulis menajamkan rasa kita tentang dunia, tentang hembusan angin, tentang temaram cahaya bulan.
Hari ini sedikit baca-baca tulisan lama, entah karena narsis, tapi rasanya gak percaya kalau saya dulu pernah nulis postingan-postingan itu, gak percaya kalau saya bisa take foto macam itu. Rasanya puas dengan masa lalu, karena masa lalu itu yang membentuk kita hari ini. Gak pernah ada penyesalan tentang masa lalu, yang penting berbuat yang terbaik saat ini untuk masa depan.
Tumblr, blogspot, deviantart, plurk, dan berbagai media katarsis lainnya sudah mulai jarang dikunjungi. Bahkan line pun, yang mudah di jangkau, saya sudah jarang berbagi disana.
Ah, masalah klasik adalah tentang waktu. Sering memang kita harus menyempatkan diri untuk sejenak mengabadikan rasa dalam bentuk tulisan maupun gambar, agar suatu saat bisa menjadi memoar, agar suatu saat kita bisa mencari keindahannya jika kini kita belum bisa menemukan keindahannya.
Ah, rasa...
Ah, menulis. Dulu pernah berkelakar kalau menulis hanya bagian dari katarsis, tapi ternyata menulis lebih dari sekedar katarsis. Menulis menajamkan rasa kita tentang dunia, tentang hembusan angin, tentang temaram cahaya bulan.
Hari ini sedikit baca-baca tulisan lama, entah karena narsis, tapi rasanya gak percaya kalau saya dulu pernah nulis postingan-postingan itu, gak percaya kalau saya bisa take foto macam itu. Rasanya puas dengan masa lalu, karena masa lalu itu yang membentuk kita hari ini. Gak pernah ada penyesalan tentang masa lalu, yang penting berbuat yang terbaik saat ini untuk masa depan.
Tumblr, blogspot, deviantart, plurk, dan berbagai media katarsis lainnya sudah mulai jarang dikunjungi. Bahkan line pun, yang mudah di jangkau, saya sudah jarang berbagi disana.
Ah, masalah klasik adalah tentang waktu. Sering memang kita harus menyempatkan diri untuk sejenak mengabadikan rasa dalam bentuk tulisan maupun gambar, agar suatu saat bisa menjadi memoar, agar suatu saat kita bisa mencari keindahannya jika kini kita belum bisa menemukan keindahannya.
Ah, rasa...
Langganan:
Postingan (Atom)
