Tampilkan postingan dengan label pemikiran (jiga nu enya). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemikiran (jiga nu enya). Tampilkan semua postingan

Selasa, Februari 24, 2026

It's all written

 you may call me a shaman 😂


Lucu banged. Udah lama ga blogging, Terus kangen, akhirnya flashback tulisan random jadul. Ternyata banyak tulisan kayak prosa yamg jadi pengingat buat diri sendiri. I was this and that. Ada juga tulisan ngawang ngawang yang comes true. Ada juga tulisan review produk yang ngakak banget. Whuuuh.. I mised that moment.

Let me tell you, which one is my written came true.

1. If you marry first daughter

2. Vidi aldiano dan sheilla dara.. Get well soon my beloved ❤️

3. Kanai ati

4. Menggenggam bara api

Etc.

I was so surprised, you know!

Manifest is real!

Terus serasa diingatkan banget sama diri di mass Lalu. Merasa diri ini lagi lawak lawaknya dalam kehidupan, menemukan my old pure soul yang sok dewasa tapi memang heal my current soul. Halo apit di masa lalu, terimakasih untuk doamu! Aku jadi teringat untuk mendoakanku di mass depan 😇

Dulu optimis tapi galaw, sekarang super sibuk ga semper galau, tapi jadi lupa bermimpi. Malah kalau lelah, Jadi memanjangkn angan. Ayo my current soul, let's be optimistic about our dream again. Don't let your broken heart turn you down. So, in the future, you don't even have a chance to regret our ikhtiar. 

Life may always on your side, but it is giving you best sides. 

💕


Kamis, Desember 28, 2017

riba, bulu mata, dan tabaruj

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, banyak sekali momentum atau tumbukan antara keinginan dan harapan, idealisme dan realita. Cuma, bedanya tiap orang, ada yang menganggap itu masalah besar, dan ada yang membiarkan berlalu begitu saja, serta ada juga yang mengambil keputusan.

Quarter life crisis? Part of?
Gak tau juga sih. Setelah Jonghyun Shinee kemarin bunuh diri, i'm think pretty more about quarter life crisis. Belum nikah, tidak bekerja, tidak lanjut s2, dan ini itu. Apakah ini quarter life crisis? Atau apa? Banyak artikel ilmiah dan populis juga bikin artikel tentang ini. But it isn't fulling pot. Crisis tiap waktu kehidupan pasti ada, tinggal cara kita melibatkan Allah saja, yang membedakan. Allah bukan sih prioritas kita?

Rindu Receh
Too cheap if i desire for some materials. Buat apa? Harus selalu disegarkan. Dengan teman receh maupun dinar. Yang penting mengisi tabungan kita kan, biar cukup buat ketemu Allah tanpa hijab. Apa atuh. Da makhhluk akhir jaman mah mau ngapain lagi. Kalau mengejar dunia, memang perlu belajar, apalagi buat akhirat.

~i'm on my way to you
resolusi receh menuju dinar: in a time ingin sekali nulis melibatkan kultus atau teori yang sudah aku pelajari.

Senin, September 25, 2017

Seandainya

Sesekali saya membayangkan, how my life if i'm not my current self. Mudah sekali membayangkan, bahwa kita akan memiliki kehidupan yang pasti akan berbeda dengan kehidupan kita saat ini jika kita bukan menjadi diri kita saat ini.

life won't be bored
life would be more peacefull
life could be fun

Mudah sekali membayangkan hal menyenangkan saat kita bukan menjadi diri kita. Tapi, bagaimana kesedihan, kesulitan, kebosanan saat kita menjalani kehidupan yang bukan kehidupan kita saat ini? Setiap orang, Tuhan berikan kasih sayang yang sama, karena Tuhan Maha Pengasih. Beban kehidupan pun bisa saja sebetulnya punya skala yang sama, hanya bebeda norma, variabel dan dimensi. Jadi saat menyadari ini, malu sekali sudah iri dengan kehidupan orang lain.

I could be my different self, if i choose to. But actually, i'm staying.
Karena susah memilih berbeda, atau karena nyaman terus begini?

Hidup dengan banyak pemikiran itu melelahkan, tapi membanggakan dirimu dimasa depan. I remeber how amazed i am, realize something i could do in the past and i'm not sure sure i have that kind of courage to do that in the present. Somewhere it charges me to do better or at least same value with my past.

Semangat sekarang untuk menyemangati masa depan kehidupanmu!!!!

Rabu, Juli 12, 2017

cerita hari ini

kemana lagi aku harus bersembunyi?
kebenaran di muka bumi perlahan pergi
saat ini mudah sekali bagi kamu yang tak punya hati untuk tetap berdiri
bagiku sendiri, merasa memegang kebenaran seperti menggenggam bara api

akankah aku tetap disini?
sementara jejak kaki sudah bertebaran, mencari muaranya sendiri
seolah warna sudah tak berharga lagi
aku yang seperti pekat dimata si putih, aku yang memang jengah dengan kegelapan
seperti tersesat mencari jati diri, padahal sungguh hatipun dan yang diingini

nafas terus berlari, hingga ia tak mampu lagi
sementara lelah mulai menghampiri
akankah aku terus seperti ini
tersembunyi dalam tempurung tinta seorang diri
berakhir tanpa bisa untuk kembali

na'udzubillah

Rabu, Mei 03, 2017

galu?



Aku tidak ingin memilih, aku juga tidak berandai bisa memilih.

Kalian tahu, pagi pecinta realitas seperti saya, memilih bisa menjadi hal mudah dan sekaligus menyulitkan. Antara cinta dan realita. Ada realitas yang mempesona, dengan cinta yang seolah semu tapi menentramkan jiwa.

Belakangan ini di media masa luar biasa perang pemikiran antara isu sara dan penista agama. Semua berpendapat mengenai kebenaran. Ah, jawabnya ternyata ada di ujung langit. Tapi kita kesana harus dengan menjadi anak yang tangkas dan juga pemberani. Bertarung dengan segala kekuatan yang ada, untuk mengetahui tentang hakikat kebenaran. Berharap, semoga hidup akan jadi lebih baik.

Agnostik (inlander)?

Bukan. Saya punya pendapat dan kecenderungan juga, tapi masih susah move on. Jaman sudah berubah, Bung. Romansa tentang keindahan dunia memang benar-benar fana. Bahkan tarian angin di pegunungan Alphen juga.
Tapi aku belum bisa melupakan indahnya Himalaya... Huft.

Kepercayaan, cinta, keadilan, kebenaran, kebaikan, persatuan, rasa memiliki, kekuatan, kemenangan, janji dan harapan.

Yang saya syukuri, saya mempercayai dengan doa dan kekuatan Sang Pencipta Alam Semesta.
Segala puji bagi Mu, yaa Rabbana...

Syukur adalah obat kecemasan dan kegelisahan paling mujarab.

Senin, November 14, 2016

hening

Sering saya menulis harus ditemani musik atau lagu, karena inspirasi daya biasanya di inisiasi oleh lagu. Lagu sountrack korea, musik instrumen, musik musisi favorit biasanya gak bisa lepas kalau saya sedang membutuhkan ide atau moodbooster, dan hasilnya mungkin tulisan kita akan kurang lebih sama dengan mood musik atau lagu yang kita dengarkan.

Tapi ternyata hening juga bisa melahirkan konsistensi dan ketahanan menulis. Sejak menyelesaikan skripsi, saya sudah jarang menulis ditemani musik. Dengan ditemani musik mungkin saya bisa menulis selama 30-45 menit. Tapi saat tanpa musik saya bisa menulis 2-3 jam. Tapi headset tetap dipasang, sebagai tanda kita sedang serius dan tidak ingin diganggu ataupun menanggapi hal lain. Dan memang harus diakui, bahkan kebanyakan cerpen yang saya tulis (yang notabene melibatkan emosi) rampung tanpa musik.

Tapi, musik juga perlu untuk melahirkan inspirasi. Kalau melihat teori stimulus-respon dan hukum kekalan energi, pasti ada sebuah energi yang menjadi sumber energi, selalu ada transfer energi, dia tidak hilang tapi berubah bentuk. Sama hal nya tentang 'rasa' dari sebuah tulisan, ada 'rasa' di dalam sebuah lagu atau musik, kemudian berubah bentuk menjadi 'rasa' disebuah tulisan. Seperti kata @komikmoments (creator komik moments di line webtoon), kita harus bisa merasakan emosi dan ke-baper-an dari sebuah ide biar bisa bikin pembaca juga ikut baper. Kalau kita gak baper, gimana pembaca juga mau baper?

Saya menghayati lebih dalam lagi, ternyata keheningan bukan semata hanya keheningan. Ada suara daun yang bergesek, suara angin berhembus, kicauan burung, obrolan samar orang lain, suara decit pintu, suara deru kendaraan, suara gemuruh mesin, mereka semua terharmonisasi menjadi satu, random sound. Mungkin yang bisa mendefinisikan keheningan, hanya hati kita saja.

-senin pagi, hening yang tidak hening, pabrik berhenti sementara karena ada pemadaman PLN

Kamis, Agustus 11, 2016

Keren dengan Cara dan Dunianya Sendiri

Ini sudah beberapa hari sejak saya chat dengan salah seorang teman yang bilang saya keren.
Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah. Semoga Allah menjaga saya dari sihir ain.

Memang, saya sekarang-sekarang sedang sangat bersyukur. Tapi saya juga pernah merasa terpuruk dan enggak banget pada suatu waktu. Allah mudah mebolak-balikan hati dan keadaan. Selain itu saya jadi berpikir, mungkin ada hal yang saya patut syukuri, tapi ada juga hal yang memang ingin saya tingkatkan. Tidak ada yang sempurna kecuali Allah.

Saya beberapa waktu lalu juga mengobrol dengan sahabat saya, dia juga sama, bilang saya keren. Ketika saya memuji dia balik, dia malah bercerita dengan salah seorang temannya. Temannya ini bisa dibilang kurang beruntung dalam dunia karir dan matril. Singkat cerita temannya teman saya ini, sebut saja Mawar, itu harus menghadapi sebuah permasalahan yang membuatnya harus cuti kuliah. Cuti kuliah ini menyebabkan Mawar selesai kuliah dengan durasi yang lebih lama dari teman-temannya (saya juga gak cuti tapi kuliahnya lama :p). Lalu setelah lulus, berbagai tempat yang dia datangi untuk memperoleh pekerjaan, tak juga berhasil. Tapi meski banyak hal yang secara karir dan materil, Mawar tidak seberuntung kami, teman saya bercerita bahwa Mawar ini, sebagai pribadi yang luar biasa. Keren, bahasa kekiniannya.

Ah, ya. Keren itu gak harus selalu yang kita lihat dengan mata kita, tapi juga kita rasa dengan hati. Ketika kita dianugrahi Allah untuk terlihat keren pada suatu masa dan pada suatu hal, segala puji bagi Allah. Kembalikanlah semua pujian kepada Allah. Seperti halnya ketika kita memiliki masalah. Innalillahi wa innalillahi rojiun. 

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.
Wallahualam.

keren di dunianya dan dengan caranya sendiri
 

Minggu, Juni 12, 2016

if you marry first daughter

Anak pertama, biasanya dianggap lebih dewasa, apalagi anak pertama perempuan. Biasanya tumbuh menjadi perempuan superior yang (terlihat) mandiri, tegas, dewasa, dan kuat. Tapi disamping kesan-kesan tersebut, ada banyak kepribadian atau karakteristik anak pertama perempuan yang memang unik satu sama lain. Hanya saja, kali ini, saya mau bikin tulisan ini karena beberapa hal yang saya resapi dari diri saya sendiri dan melihat teman-teman yang anak pertama perempuan, bahwa kehidupan itu akan begitu terkena dampak besar saat kami menikah (nanti).

Jumat, Mei 20, 2016

Elodan

Alasan saya telat lulus S1 Psikologi adalah
ELODAN
Ceritanya hari ini juga lagi ngejar input 19 orang lagi, tapi... omo... pas lagi break blogwalking, akhirnya kabita ingin posting. Geje juga gak apa-apa, yang penting katarsis dan coping dulu :p

Setelah blogwalking tadi, saya banyak iri sama banyak orang. Betapa indah hidup itu jika kita menghayatinya. Ya apapun kalau dihayati pasti jadi lebih indah, termasuk proses ngerjain skripsi saya ini. Warbyaza

Edisi syukur kali ini adalah dengan lama proses skripsi, proses kehidupan serasa melambat. mau kerja (resmi) belum bisa, mau nikah belum di acc, mau usaha belum bisa fokus. Tapi dengan proses yang lambat itu, saya luar biasa banyak melihat banyak hal dari berbagai sudut pandang, gak gampang skeptis lah ya. Dulu, saya mudah menilai sesuatu atau seseorang dari first impresion, kalau sekarang seenggaknya bisa agak husnu'udzon. Contohnya, ide awal tema skripsi saya adalah tentang skeptikal saya sama perilaku menyontek.

Setiap manusia ada aja salahnya, hanya saja kesalahan itu tidak terjadi sendirinya. Ada proses yang mengiringi sebuah kesalahan (dan juga kebaikan). Kalau kita bisa belajar dari proses terdahulu, buat menjadi lebih baik, kenapa kita mesti skeptis. Semua orang bisa berubah. Semua orang bisa tobat. Semua orang bisa terjerumus, terus terjerumus, atau memilih tobat lagi. Semoga semuanya termasuk orang-orang yang berproses jadi lebih baik ya..

saya belum bisa menghentikan perilaku elodan (prokrastinasi) ini. padahal sedang mengejar yang akhir mei.. huft
semangat ulduwap!

ke weh lah...
 

Jumat, April 22, 2016

they've been changed

Perubahan.

Kadang selalu nyeblak hate kalau bicara perubahan.

Dasar saya anaknya susah move on, jadi hal kecil yang berubah juga suka bikin heeemm..

Saya baru ngeh ada pemberitahuan dari blogger bahwa blog saya nanti akan berubah alamat. Huft huft huft banget lah. Saya ingat waktu tiba-tiba friendster hilang dan berubah jadi situs game. Ga masalah besar sih, tapi hati saya menyimpan sedikit kesedihan. Saya gak bisa mengingat kealayan saya, sedih. Kenapa? Kadang hidup kita perlu dikuatkan oleh kenangan, selain harapan dari masa depan. Saya bersyukur saya termasuk generasi diary maniak. Jadi saya punya kenangan tentang kebodohan dan kepolosan yang tersimpan.

Tapi jika mereka hilang dan hancur termakan waktu?

Semoga saya termasuk orang-orang yang bisa mengambil hikmah dan mengingat semua pelajaran dan kenangan itu di hati dan pikiran saya.

Selasa, Desember 29, 2015

Leaving 2015

Subhanallah. 
2015 itu adalah tahun yang luar biasa dimana saya baru memperoleh SK skripsi dan mulai progresif mengerjakan skripsi secara legal. Well, kenapa harus skripsi lagi?
Luar biasa sekali skripsi. Skripsi memang bukan segalanya, it's just a tinny thing about college life. 

Jumat, Desember 04, 2015

Pintu Hidayah

Dulu sekali, saya pernah berpikir...

Setiap orang punya jalan hidayah yang berbeda-beda. Kalau yang mendapat hidayah dengan cara 'keras', dia akan punya kecenderungan untuk berdakwah dengan cara 'keras'. Yang mendapat hidayah dengan cara 'lembut dan perlahan', akan punya kecenderungan berdakwah dengan cara yang sama.

Selasa, November 10, 2015

Siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?

Ha!

Seiring bertambahnya usia, semakin banyak yang dipikirkan dan dirasakan. (Ngomong begini, serasa jadi orang tua banget gitu yak..). Yang paling sering muncul di otak akhir-akhir ini adalah "who's my mr. right?", mungkin lenih tepatnya, apa saya ditakdirkan dengan jodoh dunia saya?

Rabu, September 16, 2015

Hiatus, Flash Back, dan Teman

Yak! Memang beberapa waktu ini rasanya saya kurang produktif. Mungkin karena otak dan waktu saya rebutan antara nulis blog, cerita, atau skripsi. Rasanya sayang kalau mengerjakan hal lain selain skripsi. Selalu ada rasa bersalah. Tapi malam ini, terpaksa, dan sudah terlanjur!
Tadi pagi saya sengaja baca posting lama di blog saya, waktu jaman saya baru tingkat satu-dua kuliah. Idealisme yang yang saya tulis sangat kentara sekali, beda sekali dengan saya saat ini. Saya rasanya percaya gak percaya bahwa tulisan penuh idealisme terselubung itu adalah hasil pemikiran capruk saya. Malu sekali saat menyadari kalau tulisan saya belakangan ini gak jauh dari cerpen roman, penambah kadar galau penulisnya. *sigh*

Rabu, Juni 24, 2015

Sedikit Berbagi dan Mencoba Memahami Religiusitas, Penalaran Moral, dan Perilaku Mencontek

sumber : http://www.fimadani.com/doa-agar-dilancarkan-urusan-dan-ucapan-doa-nabi-musa/
 
 
Nyusun skripsi tentang penalaran moral, religiusitas, dan perilaku mencontek emang bikin wawawiwaw. Berkali-kali, sama dosen yang bersangkutan, saya ditanya, emang nyambung ya konsep-konsep dari variabel yang saya usung. Salah seorang dosen sampe putus asa dan angkat tangan soal kerangka berpikir saya, saya masih belum mengerti sepenuhnya kenapa beliau sampe garuk-garuk dan mijit kepala sendiri pas baca proposal penelitian saya.

Selasa, Maret 24, 2015

Nona Sarkas

Maaf, setelah baca lagi tulisan terakhir di bulan januari kemarin, sebelum ini, ternyata memang saya merasa tulisan itu agak sarkas mungkin.

Jika ingin memahami seseorang, kita harus melihat dari kacamatanya.

Senin, Januari 05, 2015

Da aku mah apa atuh...

Berada beberapa saat diantara beberapa teman yang udah gak sholat lagi, udah ga peduli sama agama, dan agak antipati sama islam dan beberapa kelompok aktivis di dalamnya, memang jadi guncangan tersendiri. Ya Tuhan, segininya, ya? Mungkin selama ini aku cuma berada diantara orang-orang yang lempeng dan gak neko-neko, jadi ketika ada yang 'agak' berbeda, kaget.

Jadi memikirkan sebuah pertanyaan sendiri. Kenapa apit masih percaya Tuhan, kenapa apit memilih islam, kenapa apit memilih menunjukan diri sebagai muslimah, dan kenapa apit memilih untuk menjalankan perintah-perintah Tuhan?

Kamis, November 07, 2013

tentang janji yang abstrak namun pasti

Tidak pernah ada kata menyesal untuk seorang pecinta sejati
Karena ia selalu ada dalam desir angin dan siraman air
Karena ia selalu setia meski waktu telah terkikis
Karena harapan yang selalu bertumbuh di hati para pecinta
Karena mereka percaya, bahwa cinta tertakdir untuk mereka....

"Kenapa perjuangan itu pahit? Karena syurga jauh lebih manis . . . ."

Janji. Karena janji adalah sumber harapan bagi siapa saja yang mau memegangnya. Janji itu seperti sebuah tongkat yang mampu menggapai keinginan. Ia bisa terlihat jauh, namun ternyata dekat. Saat janji itu rusak, ia hanya menjadi sebuah kayu bakar, habis bersama api. Akankah kita mempercayai sebuah janji?

Janji dan percaya merupakan satu paket dalam hubungan. Jika kita berjanji, maka hal tersebut akan menjadi janji ketika ada yang mempercayainya. Bagaimana mempercayai sebuah janji? Akal dan hati, itulah hal-hal yang membuat manusia menjadi istimewa. Bukankah sungguh indah?
Janji yang terlihat abstrak dan memerlukan proses dalam penepatannya, bisa saja banyak dianggap sebagai isapan jempol. Tapi bagaimana ia bisa dipercaya?
Harapan adalah jawaban. Harapan merupakan hasil dari proses kognitif akibat perasaan ketidaksempurnaan atau merasa kurang. Kenapa butuh harapan? Karena harapan membuat individu memiliki pandangan mengenai apa yang akan atau ingin ia capai sehingga memunculkan rasa keinginan yang lebih besar dalam mewujudkannya.
Lalu bagaimana dengan janji-janji yang 'terlihat abstrak' dan belum terlihat oleh mata langsung dapat dipercaya. Sekali lagi, manusia memiliki hati dan akal. Apapun atau siapapun yang memberikan kepastian atapun rasionalisasi yang masuk akal dan harapan yang sesuai kebutuhan dan keinginan serta terlihat rasional.

Ah, Cinta itu memiliki ekor, biar saja ia yang mengikuti iuntuk dicintai.
jangan lupa berbagi.

Kamis, September 26, 2013

Kembali ke 3 tahun lalu...

Waw.. ternyata sudah tiga tahun lebih saya berstatus sebagai mahasiswi psikologi. Sebuah jurusan yang dulu, waktu sma, hanya sedikit saya bayangkan akan berkecimpung didalamnya. Bahkan sampai masa orientasipun saya masih terperanggah ketika tahu kalau ingin menjadi seorang psikolog harus mengambil magister profesi psikolog terlebih dahulu. Dan saat itu saya menyadari, bahwa jalan menuju psikolog itu tidak semudah dibayangkan....

Materi pertama yang paling saya ingat saat awal-awal masa perkuliahan adalah materi biopsikologi, karena tidak terlalu jauh dari materi biologi SMA, dan psikologi umum mengenai presepsi, emosi, dan motivasi. Menarik bukan? Hehe, jika menurutmu itu tidak menarik, bagi saya psikologi umum 1 (saat ini psikologi dasar) adalah perkuliahan paling menarik bagi saya. Ya, karena pada semester tersebut, hanya matakuliah tersebut yang paling bermuatan psikologi, diantara MKDU atau matakuliah umum dan wajib. Oya saya hampir lupa menyebutkan mata kuliah filsafat umum (sekarang filsafat manusia), yang saya tidak ingat jelas bagaimana teorinya, tapi saya memahami apa yang bapak ajarkan, karena belajarnya pakai hati (lintas hati dan mimpi, soalnya saya suka tidur di kelas, khekhekhe :p).

Kenapa begitu menarik? Pertama karena saya ingin mata kuliah tersebut menarik, dan kedua memang matakuliah tersebut memang menarik. Kita bahas satu-satu, Biopsikologi terlihat begitu menarik bukan karena saya memahaminya secara ekspert, meskipun nilai matakuliah Biopsikologi saya A (tapi Psikologi Faal nya dapat C :( ). Ketika saya SMA, saya sangat ingin menjadi dokter, otomatis ketika saya mendengar ada konsentrasi ilmu psikologi klinis, saya begitu antusias dan ingin mengejarnya sebagai represi saya karena tidak menjadi dokter. Yah meski untuk masalah penilaian dan pilihan selanjutnya, memang sangat tergantung pada situasi. :p
Mata kuliah yang dianggap menarik adalah Psikologi Umum 1. Pada awal masa perkuliahan, saya sangat senang karena ilmu ini memperlajari presepsi, emosi, motivasi dan hal-hal abstrak lainnya yang saya kira awalnya cuma ada di alam hati dan pikiran manusia saja. Wow! Keren bang-get!, pikir saya. Dan memang setelah semakin kesini, semua ilmu dan perkuliahan psikologi itu memang menarik! Ilmu psikologi, meskipun ternyata di jurusan perkuliahan banyak juga yang mempelajari banyak ilmu psikologi, tapi berkeluiah di psikologi itu istimewa, karena sering dianggap spesial, bisa baca kepribadian dan masa depan orang (lu kata gua mama loreng?). Mungkin karena dari sedikit ilmu psikologi yang mereka pelajari, semua itu terlihat menarik! Ya memang menarik, terlepas dari gaya pengajaran dosen dan metode pembelajaran dikelas, serta efek ngantuk yang sangat mempengaruhi pola belajar mahasiswa, psikologi memang menarik. Dan akan selalu menarik. :)
Filsafat, ini yang paling keren. Kita belajar sumber dari segala ilmu *katanya. Em, mungkin berfilsafat adalah proses awal pembelajaran secara dewasa. Kalau anak-anak belajar dengan cara searah, kamu harus tahu A, B, C, D, dan seterusnya, tapi kalau dengan filsafat itu kita melihat, merasakan, memikirkan, ingin tahu dan mencari tahu, dari paling dasar hingga paling kompleks. Gimana caranya? Hmm.. Ayo kita bertelepati, akan saya kirirm melalui mimpi. :p

At least.. sekarang ternyata saya sudah duduk di tingkat akhir dan harus mulai memikirkan dan MENGERJAKAN TUGAS AKHIR, you may call it proposal skripsi dan skripsi. Gak kerasa ya? Hem.. Mungkin ini salah satu ujian juga buat saya, saat harus mengutamakan tugas, saya masih asik sama fantasi-fantasi, monolog, dan kenangan-kenangan saya. Well, tulisan ini jadi dedikasi saya (bukan pak dedi yang ngurus ruang sumber jurusan yah), bahwa setiap saya berfikir, saya juga akan MENGERJAKAN kewajiban saya.

FIXED!