Minggu, Desember 07, 2014

Desember

Desember, sewindu lalu
Aku menggores penaku pada lembaran lembaran buku harian
Ada apa disana?
Aku tak berteman, tak benar-benar berteman
Aku hanya bercerita pada tiap lembar serat kayu mati yang menjadi hidup dengan kisahku
Tiap huruf merangkai untaian makna, menyisakan ingatan tentang bahagia dan kesedihan
Hai langit Desember,
ingatkah kau ketika kau menjadi tanda dimana aku menghitung waktu, menjelang waktu-waktu istimewa
Ingatkah ketika kau ku campakan setelah ku arungi lagi kisah lain yang lebih menarik di bulan-bulan Georgian lainnya? Mungkin, jika kau memperhatikanku, kau akan merasa sebal
Aku hanya ingin menyapa lagi, ketika ku ingat, ternyata bukan hanya mereka, yang jejaknya telah terhapus hujan di waktumu, yang menjadikanmu istimewa
Hai Desember, apa kabar?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar